Wednesday, June 18

Pesta Demokrasi Indonesia 2014

Euforia pesta demokrasi sekarang kerasa ya.
Banget, deh.
Piala dunia aja rasanya sedikit hambar.
Ya kan?
Yaiya.
Liat aja, berbagai kalangan sekarang mulai peduli.
Kalau yang taun-taun lalu rating golput naik, yakin deh sekarang persentasenya turun.
Yakin juga ngga?
Iya dong.




Euforianya emang kerasa banget sekarang.
Kerasa kerasnya juga kok.
Politik emang keras. Emang.
Siapa bilang ga keras?
Liat aja tuh, kampanye-kampanye yang muncul setiap saat dimana aja.
Termasuk black campaign.
Makin keras.

uhm. Kampanye.
Black-campaign, ya?

Sadar ngga sih sebagian besar tipikal orang-orang kita?
Fanatik.
Padahal cuma ikut-ikutan.
Terlalu memuja-muja.
Yang juga cuma ikut-ikutan.
hah!

Kalau sesuatu yang mereka usung menang mereka bakal ngapain?
Ya sorak soraklah.
Bangga?
Jelas.

Awalnya sih mulus.
Dipertengahan kepemimpinan ga selamanya mulus kan pasti?
Iya dong.
Pasti bakal tersandung batu juga kan?
Iya dong.
Then what?

Ya mereka lagi, yang fanatik ikut-ikut.
Tebak aja.

Mereka mencerca. Menghujat.

That's it.
Itu faktanya tipikal orang-orang kita.
Kebanyakan kita cuma ikut-ikutan.
Sok jadi relawan mereka.
Padahal mana ada yang sepenuh hati?

Kalau emang sepenuh hati ya.. siapapun itu yang menang.
Tetep didukung.
Katanya sih mengatasnamakan 'Bineka Tunggal Ika' gitu.
Maunya bersatu padu.
Tapi kayanya sih.. belum tuh.
Cuma omong belaka yang hanya memihak pada pilihan mereka.

Kalau emang sepenuh hati ya... keadaan apapun didukung dong.
Terlebih ketika tersandung batu.
Ditepuk pundaknya, dikuatkan punggungnya.
Dirangkul.
Biar mereka yang tersandung bisa berdiri lagi.

Balik lagi ke fanatik.
Sebenarnya, fanatik boleh-boleh aja sih.
Asalkan yaa emang sepenuh hati.
Bukan yang cuma ikut-ikutan.

Fanatik juga boleh.
Asal persaingan kampanye juga yang sehat dong.
Kalau sehat ga kerasa kerasnya dong? *eh

Yasudah.
Aduh, maaf ini cuma komentar dari kacamata orang awam.
Sekian.

No comments:

Post a Comment