Perkembangan musik di indonesia bisa dikatakan sangat cepat. Bagaimana tidak, banyak band atau musisi baru yang bermunculan di kancah nasional dan dikenal dengan sangat cepat pula. Dalam waktu singkat, muncul band/musisi baru, selang beberapa lama kemudian muncul yang lain lagi. Bagus memang. Inilah tanda bahwa anak anak indonesia mulai semakin menunjukkan kreatifitasnya dalam bermain musik
Showing posts with label belajar. Show all posts
Showing posts with label belajar. Show all posts
Thursday, February 3
Saturday, November 13
belajar bahasa indonesia itu relatif
Tuhanku . .
Di dalam doaku . .
Selalu kusebut nama-Mu. .
Dalam penggalan puisi diatas, penekanan berada di . .
a. baris 1
b. baris 2
c. baris 3
d. baris 1 & 3
e. baris 1 & 2
Jika ada soal seperti itu kalian akan menjawab apa ? jawabanku sih baris satu.
tapi tenyata salah. yang benar baris satu dan tiga.
kenapa salah ? bukankah itu relatif ?
pembacaanku ku tekankan hanya pada baris pertama.
bukannya penekanan itu tergantung pada orang yang membacanya ?
jadi, kenapa baris satu salah ?
seharusnya baris satu bisa dianggap benar juga, kan ?
Saturday, October 23
puisi lugas
'baiklah, pada pertemuan sekarang ini saya akan mengajak anda ke dalam materi puisi. pada KD nanti kalian maju satu persatu untuk membacakan dan akan saya nilai, tema kali ini saya batasi seputar kritik sosial . . .'
JLEB !
seketika itu juga, sedikit gemetar. keringat dingin.
'mampus bisa apa? aku ga suka pelajaran puisi', batinku.
aku merengek rengek pada teman sebangku, kami berdua mengeluh eluhkan.
Dengan segala upaya, kususun kata demi kata.
Aku menyadari kemampuan verba ku rendah. aku sulit bermajas. lugas. biar.
JLEB !
seketika itu juga, sedikit gemetar. keringat dingin.
'mampus bisa apa? aku ga suka pelajaran puisi', batinku.
aku merengek rengek pada teman sebangku, kami berdua mengeluh eluhkan.
Dengan segala upaya, kususun kata demi kata.
Aku menyadari kemampuan verba ku rendah. aku sulit bermajas. lugas. biar.
Dimanakah Damai ?
apa guna kalian bertengkar ?
apa guna kalian melakukan bentrokan ?
ah..
sadarkah kalian ?
apa guna kalian melempar batu ke gedung DPR ?
apa guna kalian melempar kayu atas pergusuran makam ?
rubuh. luka. darah.
sadarkah kalian ?
pembunuh. kalian pembunuh.
pembunuh bagi orang orang yang tak berdosa itu.
ck, miris.
sudah tidak adakah jalan damai bagi kalian, para saudara ku ?
Sunday, August 15
halo lumpur sembur
halo, mari kita berbicara sedikit tentang lapindo. siapa sih yang ga tau tentang lapindo ? semua tau kecuali yang belom tau *jayus.
yaa itu sebuah kesalahan pengeboran minyak oleh perusahan bakrie 4 taun lalu . iya kan ? lupa sih.
pada awalnya pihak bakrie akan bertanggung jawab, akan menanganinya, namun tetap gagal hingga akhirnya pemerintah yang mengambil alih untuk mengatasi hal ini agar lumpur yang keluar dari dalam bumi yang katanya tidak akan berhenti keluar selama 3000 tahun itu bisa berhenti. usaha usaha usaha. jelas. memang . setelah berbagai cara dilakukan pada awalnya gagal gagal dan gagal, hingga pada suatu saat yang aslinya sudah bisa dikatakan HAMPIR bisa memberhentikan lumpur yang menyembur itu, nyatanya apa ? GAGAL. gara gara apa ? gara gara dana habis :) waw, GREAT.
aku eh saya eh terserah, heran. rasanya lucu aja, geli, tergelitik. kenapa nggak pinjem dana ke PBB atau ke bank dunia ? atau kenapa pihak pemerintah nggak bekerja sama / meminta bantuan terhadap orang orang hebat diluar negri sana. kayak kasus sama yang baru aja terjadi di meksiko , bandingin coba dalam waktu 3 bulan aja minyak yang keluar yang nyampur ke laut aja bisa berhenti kok. kenapa nggak minta tolong atau se-enggaknya konsultasi lah, apa yang harus dilakuin agar lumpur yang menyembur di jawa timur itu berhenti.
lanjut ke yang masalah kehabisan dana. masih aja kerasa lucu. mending ngutang dan cepet selesai akhirnya daripada nunggu uang ngumpul tapi lumpurnya masih nyembur aje. wow perbandingan untung yang ngutang sama nunggu uang ngumpul itu banyak yang mana coba ? banyak yang ngutang dong. kenapa bisa ? coba imajinasikan, misalkan masyarakat yang harusnya dalam radius 3km tidak terkena lumpur, karena penutupan lumpur udah selesai dan karna ngutang, eh malah kena lumpur, bahkan nambah luas lumpurnya sampe radius 5 km gara gara nunggu pasokan dana berjubel. Nah, berarti pemerintah juga harus ngatasin dobel masalah kan ? ngasih uang sebanyak orang segambreng yang kena lumpur itu sekaligus yang masalah utama itu.
well, lebih repot mana ? pilih jalan mana ? :)
yaa itu sebuah kesalahan pengeboran minyak oleh perusahan bakrie 4 taun lalu . iya kan ? lupa sih.
pada awalnya pihak bakrie akan bertanggung jawab, akan menanganinya, namun tetap gagal hingga akhirnya pemerintah yang mengambil alih untuk mengatasi hal ini agar lumpur yang keluar dari dalam bumi yang katanya tidak akan berhenti keluar selama 3000 tahun itu bisa berhenti. usaha usaha usaha. jelas. memang . setelah berbagai cara dilakukan pada awalnya gagal gagal dan gagal, hingga pada suatu saat yang aslinya sudah bisa dikatakan HAMPIR bisa memberhentikan lumpur yang menyembur itu, nyatanya apa ? GAGAL. gara gara apa ? gara gara dana habis :) waw, GREAT.
aku eh saya eh terserah, heran. rasanya lucu aja, geli, tergelitik. kenapa nggak pinjem dana ke PBB atau ke bank dunia ? atau kenapa pihak pemerintah nggak bekerja sama / meminta bantuan terhadap orang orang hebat diluar negri sana. kayak kasus sama yang baru aja terjadi di meksiko , bandingin coba dalam waktu 3 bulan aja minyak yang keluar yang nyampur ke laut aja bisa berhenti kok. kenapa nggak minta tolong atau se-enggaknya konsultasi lah, apa yang harus dilakuin agar lumpur yang menyembur di jawa timur itu berhenti.
lanjut ke yang masalah kehabisan dana. masih aja kerasa lucu. mending ngutang dan cepet selesai akhirnya daripada nunggu uang ngumpul tapi lumpurnya masih nyembur aje. wow perbandingan untung yang ngutang sama nunggu uang ngumpul itu banyak yang mana coba ? banyak yang ngutang dong. kenapa bisa ? coba imajinasikan, misalkan masyarakat yang harusnya dalam radius 3km tidak terkena lumpur, karena penutupan lumpur udah selesai dan karna ngutang, eh malah kena lumpur, bahkan nambah luas lumpurnya sampe radius 5 km gara gara nunggu pasokan dana berjubel. Nah, berarti pemerintah juga harus ngatasin dobel masalah kan ? ngasih uang sebanyak orang segambreng yang kena lumpur itu sekaligus yang masalah utama itu.
well, lebih repot mana ? pilih jalan mana ? :)
Subscribe to:
Posts (Atom)
